Showing posts with label batu. Show all posts
Showing posts with label batu. Show all posts
Monday, 8 June 2015
Sunday, 7 June 2015
penemuan batu akik
Demam batu akik
membuka peluang bagi siapa saja untuk memburu langsung dari sumbernya, mulai
dari sungai, bukit, hingga gunung. Di Kabupaten Semarang, baru-baru ini
dikabarkan ada warga yang menemukan batu akik di Bukit Mergi.
Sebuah bukit yang selama ini dikenal sebagi area tambang galian C yang membentang dari wilayah Desa Leyangan hingga Desa Lemah Abang. Kabar penemuan batu akik di Bukit Mergi tersebut juga dibenarkan oleh Bupati Semarang, Mundjirin.
Bahkan menurut Mundjirin, penemuan batu akik di wilayah itu tidak hanya di Bukit Mergi. "Saya sudah dikabari oleh staf saya soal temuan batu akik di Gunung Mergi. Bahkan tidak hanya di sana, ada beberapa tempat lagi yang saya dengar," kata Mundjirin, Selasa (14/4/2015) kemarin.
Namun Mundjirin tak merinci tempat-tempat tersebut. Mundjirin mengaku, sejauh ini perburuan batu akik di wilayahnya belum mengkhawatirkan. "Kan sudah ada Perda nya, mana wilayah yang bisa ditambang mana yang tidak boleh. Menambang harus ada izinnya. Jika perlu, nanti kami perintahkan Satpol untuk menjaganya," imbuh Mundjirin.
Kabar penemuan batu akik di Buki Mergi setidaknya bisa dicek kebenarannya di sejumlah perajin batu akik. Salah satunya Fahrur (35), pemilik kios batu akik "Zahra" di Jalan Yos Sudarso, Blanten, Ungaran Barat.
dia mengaku baru-baru ini ada mendapat pesanan mengasah batu akik yang berasal dari Bukit Mergi. Oleh penemunnya batu akik itu diberi nama batu "GM" akronim dari Gunung Mergi.
Batu akik GM konon berwarna kuning bening. "Orang itu bilang dapat dari Gunung Mergi. Setelah diasah lalu diberi cincin pengikat jadi dua buah cincin batu akik. Misalnya ada yang berminat, saya bisa mencarikannya," kata Fajar.
Sebuah bukit yang selama ini dikenal sebagi area tambang galian C yang membentang dari wilayah Desa Leyangan hingga Desa Lemah Abang. Kabar penemuan batu akik di Bukit Mergi tersebut juga dibenarkan oleh Bupati Semarang, Mundjirin.
Bahkan menurut Mundjirin, penemuan batu akik di wilayah itu tidak hanya di Bukit Mergi. "Saya sudah dikabari oleh staf saya soal temuan batu akik di Gunung Mergi. Bahkan tidak hanya di sana, ada beberapa tempat lagi yang saya dengar," kata Mundjirin, Selasa (14/4/2015) kemarin.
Namun Mundjirin tak merinci tempat-tempat tersebut. Mundjirin mengaku, sejauh ini perburuan batu akik di wilayahnya belum mengkhawatirkan. "Kan sudah ada Perda nya, mana wilayah yang bisa ditambang mana yang tidak boleh. Menambang harus ada izinnya. Jika perlu, nanti kami perintahkan Satpol untuk menjaganya," imbuh Mundjirin.
Kabar penemuan batu akik di Buki Mergi setidaknya bisa dicek kebenarannya di sejumlah perajin batu akik. Salah satunya Fahrur (35), pemilik kios batu akik "Zahra" di Jalan Yos Sudarso, Blanten, Ungaran Barat.
dia mengaku baru-baru ini ada mendapat pesanan mengasah batu akik yang berasal dari Bukit Mergi. Oleh penemunnya batu akik itu diberi nama batu "GM" akronim dari Gunung Mergi.
Batu akik GM konon berwarna kuning bening. "Orang itu bilang dapat dari Gunung Mergi. Setelah diasah lalu diberi cincin pengikat jadi dua buah cincin batu akik. Misalnya ada yang berminat, saya bisa mencarikannya," kata Fajar.
penemuan batu kristal ungu
Berita batu akik
Rumah Sayono (38) dan adiknya Juwanto (28) di Kampung
Jatisari, Pedukuhan Nawung, Kelurahan Gayamharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman,
Yogyakarta terus didatangi warga. Mereka ingin melihat penemuan batu kristal
berwarna ungu seberat tiga kuintal yang ditemukan keduanya.
Awalnya batu tersebut ditemukan oleh Sayono (38) dan adiknya Juwanto (28) secara tidak sengaja di pinggir hutan Lemah Abang, Desa Gambir Sawit, Prambanan pada Minggu (31/5) lalu. Saat itu dia sedang mencari rumput bersama kakaknya, Sayono di hutan.
"Pertama itu hari Sabtu saya dan mas saya cari rumput, pas mau pulang saya istirahat sebentar, duduk di atas batu. Saat itu ada burung yang buang kotoran jatuh di kepala saya, saya terus menyingkir, terus pulang," katanya pada merdeka.con, Jumat (5/6).
Keesokan harinya Juwanto kembali diajak Sayono mencari rumput. Semula dia agak malas karena hari Minggu, namun akhirnya dia memutuskan ikut.
Awalnya batu tersebut ditemukan oleh Sayono (38) dan adiknya Juwanto (28) secara tidak sengaja di pinggir hutan Lemah Abang, Desa Gambir Sawit, Prambanan pada Minggu (31/5) lalu. Saat itu dia sedang mencari rumput bersama kakaknya, Sayono di hutan.
"Pertama itu hari Sabtu saya dan mas saya cari rumput, pas mau pulang saya istirahat sebentar, duduk di atas batu. Saat itu ada burung yang buang kotoran jatuh di kepala saya, saya terus menyingkir, terus pulang," katanya pada merdeka.con, Jumat (5/6).
Keesokan harinya Juwanto kembali diajak Sayono mencari rumput. Semula dia agak malas karena hari Minggu, namun akhirnya dia memutuskan ikut.
Sesampainya di sana Sayono
langsung mencongkel batu yang di duduki Juwanto kemarin. Betapa terkejutnya
mereka ketika mengetahui batu tersebut tampak seperti batu kristal besar
berwarna ungu.
"Saya nggak nyangka, karena di atasnya itu seperti tanah liat, waktu dibelah kok seperti kristal warna ungu," ujarnya.
Setelah mengetahui hal tersebut Sayono dan Juwanto pun membawa pulang batu temuan tersebut dengan meminta bantuan enam temannya.
"Berat sekali, jadi nggak kuat kalau cuma berdua. Batunya itu seperti terikat akar pohon, dan setengahnya tertimbun tanah," terang Sayono.
"Saya nggak nyangka, karena di atasnya itu seperti tanah liat, waktu dibelah kok seperti kristal warna ungu," ujarnya.
Setelah mengetahui hal tersebut Sayono dan Juwanto pun membawa pulang batu temuan tersebut dengan meminta bantuan enam temannya.
"Berat sekali, jadi nggak kuat kalau cuma berdua. Batunya itu seperti terikat akar pohon, dan setengahnya tertimbun tanah," terang Sayono.
terima kasih sudah berkunjung ke blog batu akik kamihttps://www.google.co.id/search?q=foto+bahan+batu+akik&espv=2&biw=1366&bih=623&tbm=isch&tbo=u&source=univ&sa=X&ei=6TZ0VanlOKOzmwWfsYO4BA&ved=0CBsQsAQ
Monday, 18 May 2015
cara mengenal batu akik dengan baik
pada artikel kali ini saya akan coba posting beberapa pengalaman saya terutama bagi pecinta batuakik yang biasa disebut batu permata.
yang pertama mengapa saya harus berbagi di blog saya tentang pengalaman saya, karena banyak sobat gemslovers di luar sana sangat membutuhkan ilmu khususnya bagi pecinta batu akik.kita mungkin sudah lama mengenal batu akik akan tetapi belum tentu kita mengenalnya dengan baik karena sehubungan berkembangnya teknologi maka banyak juga batu akik palsu atau batu akik tiruan
maka dari itu kita harus teliti sebelum membeli soalnya sayang lo kita sudah susah payah cari uang tapi kita harus beli batu akik palsu.
untuk itu marilah kita mengenal batu akik dengan baik mudah-mudahan cara-cara berikut ini bermanfaat bagi sobat gemslover
yang paling utama kita harus perhatikan tekstur batu, kalau itu batu asli maka dia akan terlihat padat walaupun batu tersebut sangat bersih.
yang kedua kita harus perhatikan tekstur warna batunya kalau warna batu tersebut asli maka akan terlihat alami maksud nya kalau warna hijau maka hijau nya tidak terlalu mencolok atau kalem, tapi justru sebaliknya kalau batu tersebut celupan maka akan terlihat agak aneh tapi apabila kita agak kesulitan membedakan nya boleh kita oleskan dengan minyak kayu putih/ pembersih muka ataupun dengan thiner apabila batu tersebut palsu atau celupan maka walaupun sedikit warnanya akan luntur
itu beberapa cara-cara dan pengalaman saya adapun cara-cara lain asalkan tidak menyalahi aturan ya sah-sah saja
berikut berapa galeri foto batu akik milik saya dan sayapun manarima pesanan batu akik jenis apa saja
Subscribe to:
Posts (Atom)
